Header Ads

Progres Jembatan Gantung Alenangka Capai 59 Persen, Pengerjaan Pondasi dan Tiang Pylon Terus Dikebut

SINJAI — Pembangunan Jembatan Gantung Alenangka di Desa Alenangka terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Minggu (14/6/2026), progres pekerjaan telah mencapai 59 persen. Personel Kodim 1424/Sinjai bersama masyarakat masih memfokuskan pekerjaan pada pembangunan pondasi dan tiang pylon sebagai komponen utama penopang struktur jembatan.

Pengerjaan dilakukan secara cermat mengingat kondisi medan yang cukup menantang. Pondasi dan tiang pylon merupakan bagian vital yang menentukan kekuatan serta ketahanan jembatan dalam jangka panjang. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan standar teknis dan aspek keselamatan konstruksi.

Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang 80 meter dengan lebar 1,20 meter. Infrastruktur tersebut akan membentang di atas sungai selebar sekitar 40 meter dengan kedalaman mencapai 8 meter. Kondisi geografis tersebut menuntut tingkat ketelitian yang tinggi agar konstruksi yang dihasilkan aman, kokoh, dan mampu bertahan dalam jangka waktu lama.


Pembangunan melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, terdiri atas satu personel Penerangan Kodim 1424/Sinjai, 25 personel Kodim 1424/Sinjai, satu personel Zibang, 25 personel Yon TP 920/LA, serta 15 warga setempat yang turut bergotong royong membantu pekerjaan di lapangan.

Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pembangunan. Semangat gotong royong yang terus terjaga tidak hanya mendukung kelancaran pekerjaan, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keberadaan Jembatan Gantung Alenangka diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah mobilitas warga, serta memperlancar distribusi hasil pertanian menuju pusat-pusat ekonomi di Kabupaten Sinjai. Selain itu, jembatan tersebut diyakini akan memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman.

Masyarakat berharap pembangunan dapat segera rampung sehingga jembatan dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Selain berfungsi sebagai sarana penghubung, Jembatan Gantung Alenangka diharapkan menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan semangat pembangunan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.