Header Ads

Ancaman Elnino Berlangsung Hingga 2027,Presiden Prabowo Pastikan Indonesia Siap Hadapi

Pemerintah Indonesia Siap Menghadapi Fenomena El Nino diperkirakan akan bertahan hingga awal tahun 2027. Dalam menghadapi tantangan tersebut Pemerintah Indonesia tidak akan tinggal diam.

Fenomena ini umumnya ditandai dengan berkurangnya curah hujan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkatkan asap dan polusi udara.

Kesiapsiagaan pemerintah untuk menghadapi fenomena El Nino dipastikan kuat, terutama dari aspek ketersediaan pangan pokok strategis. 

El Nino diprediksi telah ada sejak beberapa bulan lalu. olehnya itu, mitigasi berupa penguatan stok cadangan pangan pemerintah (CPP) menjadi instrumen yang wajib disiapkan.

Presiden Prabowo Subianto memastikan negara hadir dan siap mengawal kebutuhan pangan seluruh masyarakat.

"Kita siap hadapi elnino, menteri pertanian meyakinkan saya bahwa kita siap karena kita punya program yang sudah kita laksanakan satu tahun lebih untuk mengatasi kekeringan tahun 2023-2024", jelasnya.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa pompanisasi berjalan terus serta persiapan untuk menghadapi kondisi kekeringan.

Menurutnya, Negera Indonesia sebetulnya memiliki alam yang mempunyai tantangan, namun alam tersebut juga memberikan peluang yang luar biasa.

"Sebagai contoh, kita punya 22 juta hektare rawa, dari jumlah tersebut yang bisa jadi lahan produktif seperti sawah dan sebagainya ada 11 juta hektare", ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa 11 juta hektare rawa ini sepanjang tahun, ada atau tidak ada elnino, sumber air akan tetap ada.

Langkah mitigasi terus dilakukan dilapangan, mulai dari percepatan pompanisasi di daerah rawan kekeringan hingga mengamankan cadangan beras di gudang Bulog sebanyak 5 juta ton. Stok ini diproyeksikan aman untuk menopang kebutuhan nasional hingga 10 bulan ke depan, bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.