Header Ads

Kaji Potensi Sinjai Barat,Bupati Hj.Ratnawati Arif & BI Kolaborasi Tingkatkan Ekonomi Daerah

SINJAI - Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Bayu Martanto, dan sejumlah pejabat daerah melakukan kunjungan ke Kampung Galung di Desa Barania dan Kawasan Madaya di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Kamis (20/8/2026).

Maksud Kunjungan tersebut dalam rangka menggali potensi wisata serta komoditas kopi yang dimiliki Kecamatan Sinjai Barat. Hal itu dinilai sebagai peluang untuk dikembangkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Pejabat daerah yang turut serta dalam kunjungan tersebut diantaranya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjsi, H. Andi Mandasini Saleh, Kepala Bapenda, H. Andi Adeha Syamsuri, Kepala BKAD Sinjai, H. Asdar Amal Darmawan, serta Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Sinjai, H. Hasir Ahmad.

langkah ini diambil untuk memperkuat ekosistem ekonomi Daerah dan untuk mewujudkan hal tersebut, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sinjai dan BI Sulsel terus diperkuat melalui serangkaian program strategis termasuk termasuk mendorong pengembangan potensi wisata daerah maupun komoditas unggulan di sejumlah wilayah.

Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif menyebutkan bahwa pengembangan potensi daerah perlu dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. 

Menurut Bupati Sinjai, potensi alam dan komoditas lokal yang dimiliki Kabupaten Sinjai dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin potensi-potensi yang ada di daerah bisa terus dikembangkan. Tidak hanya dari sisi pariwisata, tetapi juga bagaimana komoditas lokal seperti kopi dapat memiliki nilai tambah dan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sinjai terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan komoditas unggulan yang berkembang di wilayah Sinjai Barat lewat kolaborasi dengan BI, oleh karena itu kerja sama ini diharapkan dapat berjalan baik serta memberikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Bayu Martanto, mengatakan potensi tersebut cukup menarik untuk dikembangkan, baik dari sisi pariwisata maupun produk unggulan daerah.

Selain itu, ia juga melihat kopi Sinjai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk lokal yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Pengembangannya, kata dia, perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat identitas produk unggulan daerah.

Sekedar diketahui, kerjasama antara Pemerintah Sinjai dengan Bank Indonesia telah berlangsung cukup lama. Salah satu dukungan yang pernah diberikan BI yaitu program pengembangan kawasan Hutan Mangrove Tongke-Tongke.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.