Rakorwil BEM PTMAI, Pemkab Sinjai Perkuat Peran Mahasiswa Sebagai Mitra Strategis
SINJAI – Bupati Sinjai melalui Asisten Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Sinjai menegaskan untuk terus membuka ruang dialog bagi generasi muda, khususnya pengembangan pemikiran kalangan mahasiswa di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (BEM PTMAI) Zona VII yang dirangkaikan dengan Dialog Nasional di Auditorium H. Amir Said, Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai, Senin (18/05/2026). Mengusung tema “Transformasi dan Konsolidasi BEM PTMAI Se-Indonesia Timur dalam Menghadapi Tantangan Perguruan Tinggi”.
Pada kesempatan tersebut, Asisten Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab, Andi Irwansyahrani Yusuf saat membuka acara menyampaikan sambutan tertulis Bupati Sinjai, yang mengapresiasi Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIAD selaku tuan rumah atas kesuksesan pelaksanaan kegiatan rakorwil tersebut.
Ucapan selamat datang juga turut disampaikan dihadapan ratusan peserta dari berbagai delegasi mahasiswa wilayah Indonesia Timur, yang meliputi Sulawesi, Papua, Maluku, dan Maluku Utara.
“Kehadiran adik-adik sekalian di Kabupaten Sinjai merupakan kebanggaan tersendiri bagi daerah kami", Ujarnya.
Lebih lanjut, Momentum strategis ini merupakan kehormatan sekaligus bukti nyata bahwa Sinjai senantiasa terbuka sebagai ruang inklusif untuk merumuskan arah gerakan intelektual mahasiswa, khususnya di kawasan timur Indonesia. Katanya sebagai kalimat penegasan.
Pemerintah Kabupaten Sinjai menilai terkait tema yang diangkat memiliki relevansi dengan isu transformasi menjadi hal yang dianggap sangat krusial. Mengingat tantangan geografis, sosial, budaya, infrastruktur digital, hingga kualitas sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia membutuhkan penanganan yang adaptif dan cepat.
Ia berpesan kepada mahasiswa untuk beradaptasi dengan zaman serta meninggalkan pola-pola lama yang tidak lagi relevan, akan tetap tetap menjadikan agama sebagai pedoman.
" Transformasi saat ini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan, mahasiswa hari ini harus melek teknologi dan mampu bertransformasi secara digital, baik dalam cara berpikir maupun cara bergerak, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan", pesannya.
Ditambahkan, ia kembali menekankan bahwa pada dasarnya pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam pembangunan, namun membutuhkan mitra kritis yang konstruktif dan solutif dari kalangan akademisi dan mahasiswa untuk mengawal kebijakan publik.
Ia juga meminta kepada mahasiswa agar forum ini dapat melahirkan rekomendasi nyata, Jangan hanya menjadi penonton atau sekadar kritikus di media sosial. Hadir menawarkan solusi, melaksanakan pengabdian, dan mampu menunjukkan bahwa BEM PTMAI Zona VII adalah agent of change yang sesungguhnya untuk Indonesia Timur yang lebih maju, berkeadilan, dan berakhlak mulia.
Rakorwil dan Dialog Nasional dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 18 hingga 20 Mei 2026 berdasar dari laporan ketua panitia pelaksana. Dan sebagaimana penjelasannya bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi, mengevaluasi agenda nasional, serta merumuskan rekomendasi kebijakan strategis terkait isu kemahasiswaan dan kebangsaan di Indonesia Timur.
Diketahui acara ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI Dr. Mariman Darto, Koordinator Presidium Nasional BEM PTMA Indonesia, Presidium Nasional BEM PTMAI Zona VII, Presiden Mahasiswa UIAD Sinjai, serta tamu undangan lainnya.

Post a Comment