Header Ads

Longsor di Jalan Poros Tonasa Panaikang Kini Sudah Bisa Dilalui Warga

SINJAI — Bencana tanah longsor yang terjadi di Jalan Poros Tonasa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, pada Jumat, 15 Mei 2026 sekitar pukul 06.45 WITA, kini sudah dapat dilalui kembali oleh masyarakat setelah dilakukan penanganan oleh tim gabungan di lokasi kejadian, Sabtu (16/5/2026).

Longsor yang sempat menutup sebagian badan jalan tersebut menghambat akses transportasi warga. Namun, setelah dilakukan pembersihan material longsor, jalur poros kini sudah dapat dilintasi kendaraan dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal.

Meski akses transportasi telah kembali normal, proses penanganan longsor akan dilanjutkan besok karena masih terdapat bagian tebing yang memerlukan perbaikan dan penanganan lebih lanjut guna mencegah terjadinya longsor susulan.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, Andi Ariani Djalil, menyampaikan bahwa pengguna jalan tetap diimbau berhati-hati saat melintas di lokasi longsor. Pasalnya, material lumpur yang masih menempel di permukaan aspal membuat kondisi jalan menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengendara."ujarnya.

Selain itu, material lumpur yang masih tersisa di badan jalan juga akan dibersihkan melalui penyemprotan menggunakan armada pemadam kebakaran agar kondisi jalan kembali bersih, aman, dan dapat dilalui masyarakat secara normal.

Selanjutnya, BPBD Kabupaten Sinjai akan menurunkan Tim Jitu Pasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) untuk melakukan analisis terhadap kejadian bencana sebagai langkah awal dalam proses pemulihan pascabencana.

Dalam penanganan bencana tersebut, turut hadir Analis Kebencanaan BPBD, Andi Octave, bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sinjai, serta personel Polsek Sinjai Timur.

Sementara itu, Bupati Ratnawati Arif, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim yang bertugas atas respons cepat dalam menangani bencana tersebut sehingga akses masyarakat dapat kembali digunakan dengan aman.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.