Header Ads

Keluhan Masyarakat Meningkat Ditengah Pesatnya Penggunaan Sosial Media

SINJAI - Saluran Medis sosial (medsos) menjadi tempat alternatif bagi sebagian orang untuk memuntahkan segala keluh kesahnya, keluhan tersebut mencakup problem sosial - ekonomi di masyarakat hingga persoalan pribadi dan keluarga hingga masalah lainnya.

Hal tersebut menciptakan fenomena baru ditengah masyarakat. Bagi Sebagian orang memilih untuk meluapkan emosi dan kekesalannya terhadap suatu masalah di media sosial akan sedikit meringankan beban psikologisnya, serta sebuah reaksi yang dianggap wajar. Namun tidak sedikit juga orang yang berpendapat bahwa mengeluh di platform medsos sebetulnya bukan langkah solutif dan tidak terlalu penting.

Fenomena ini melahirkan interpretasi ganda, unggahan berisi keluh kesah berharap mendapat empati dan solusi dari orang lain. Akan tetapi, disaat yang bersamaan postingan tersebut akan berdampak kepada citra diri kita dimata orang lain.


Fakta ini juga menunjukkan bahwa Setiap orang berbeda caranya dalam menggunakan media sosial. Ditengah pesatnya perkembangan media sosial, bukan berarti tidak ada orang yang menjadikan saluran media sosial sebagai ruang berekspresi dan berkarya.

Dalam beberapa kasus di platform media sosial keluhan masyarakat tersebut terkait konflik rumah tangga, hubungan keluarga yang mulai tidak harmonis, beban pekerjaan, kondisi keuangan di rumah, dan soal anak.

Selain itu, keluhan-keluhan lainnya yang dianggap sepele, namun hal itu lucu. Seperti postingan cucian menumpuk, sedang sakit gigi dan minta diberi tahu obatnya, hingga perselisihannya dengan orang lain ikut diungkapkan di saluran media sosial. Bahkan masih banyak kasus seperti ini yang lebih unik dengan narasi yang bermacam-macam, berharap meraih simpati.

Sebagai contoh kasus terhadap intensitas luapan emosi masyarakat di platform digital, pengguna medsos Fina Marfina. Tertanggal 2 Mei 2026, Ia meluapkan kekesalannya di media sosial atas beragam komentar publik terhadap dirinya yang viral dikarenakan pernikahannya yang kesekian kalinya.


Ada beberapa alasan yang melatar belakangi kebiasaan banyak orang khususnya generasi muda sering curhat atau mengeluh di saluran di media sosial diantaranya, ingin dipahami orang lain, mencari validasi dan dukungan, menghilangkan stress serta mengurangi beban pikiran. Bukan hanya itu, platform digital menjadi tempat yang mudah serta lebih aman dalam mengekspresikan prolem seseorang. Dikutip dari berbagai sumber.

Kebiasaan dan perilaku ini juga tidak terlepas dari keadaan hari ini, dimana media sosial telah menyatu dengan kehidupan keseharian kita. Minimnya tempat berinteraksi di lingkungan kita berada menjadikan media sosial sebagai alternatif dalam berbagi momen, mulai dari hal-hal klasik hingga berujung curhat soal pribadi tanpa mengetahui batas ranah privat dan publik. Pemandangan ini menandakan terjadinya pergeseran interaksi sosial dari ruang nyata ke dimensi lain serta perubahan pola perilaku masyarakat.

Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dari Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai, Aldiansyah Mahendra memberikan penilaian terhadap banyaknya orang lebih memilih menyalurkan keluh kesahnya diruang publik digital, menurutnya hal itu merupakan sesuatu yang wajar di era sekarang ini. Sebab setiap individu memiliki kebutuhan untuk didengarkan serta mengekspresikan perasaannya. Minggu (3/5/2026).

Aldiansyah menjelaskan bahwa dari sudut pandang komunikasi, hal tersebut dapat dipahami sebagai bentuk self-disclosure, namun sebagai mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, ia memandang, kebebasan itu tetap harus dibatasi oleh etika, seperti berkata benar, tidak membuka aib, serta tidak berlebihan dalam mengeluh.

" Menurut saya yang terpenting bukan melarang orang untuk berbagi di media sosial, melainkan bagaimana kita sebagai mahasiswa KPI agar mampu bersikap bijak, kritis, dan bertanggung jawab, serta mengedukasi masyarakat agar menjadikan media sosial tidak hanya sebagai tempat meluapkan keluh kesah, tetapi juga sebagai ruang yang membawa nilai, etika, dan kebermanfaatan", Jelasnya.

(Siraj)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.