Bupati Sinjai Resmi Meluncurkan Inovasi Terbaru,Aplikasi SAMAKI Menjawab Transformasi Digital Birokrasi Di Bumi Panrita Kitta
SINJAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai resmi meluncurkan aplikasi terbaru yaitu Sistem Aplikasi Manajemen Akselerasi Inovasi (Aplikasi SAMAKI). Pengumuman ini merupakan awal dimulainya babak baru perjalanan transformasi digital di Bumi Panrita kitta.
Peluncuran dilaksanakan secara langsung oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif di Gedung Command Center, Kompleks Rumah Jabatan, Selasa (5/5/2026).
Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Sinjai Sabir, Sekretaris Daerah Sinjai Andi Jefrianto Asapa, para Staf Ahli Bupati, Asisten Setdakab Sinjai, Kepala OPD, Kepala Bagian, serta para Camat se-Kabupaten Sinjai.
Kegiatan ini mengusung tema "Bersama SAMAKI, Inovasi Sinjai yang Lebih Maju, Adaptif, dan Berdaya Saing". Peluncuran Aplikasi ini bukan sekedar sekedar seremoni, tetapi bentuk keseriusan Pemkab Sinjai untuk beradaptasi dengan teknologi guna mengelolah organisasi pemerintahan lebih efesien dan efektif.
Perlu untuk diketahui, bahwa hal ini merupakan tindak lanjut secara nyata setelah melalui tahapan bedah konsep dan uji petik mendalam pada akhir April lalu. Kehadiran SAMAKI menjadi pembuktian terhadap konsistensi komitmen Pemkab Sinjai dalam mewujudkan birokrasi yang modern, transparan, dan akuntabel.
Dalam sambutannya, Bupati Hj. Ratnawati Arif menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan momentum penting yakni wujud nyata komitmen transformasi daerah. Ia menyoroti pentingnya efisiensi yang fundamental dalam menjawab tuntutan pelayanan publik yang kian dinamis.
"Di tengah keterbatasan anggaran, Kita tidak boleh lagi bekerja secara linier. Namun memerlukan loncatan invosi demi mencapai efesiensi fundamental. Kehadiran aplikasi SAMAKI menjadi instrumen untuk menjawab tantangan yang ada", tegasnya.
Melalui sistem ini, seluruh data inovasi dari setiap Perangkat Daerah akan terintegrasi secara sistematis. Hal ini menjamin pendokumentasian yang rapi sebagai basis pengambilan kebijakan (data-driven policy), sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Sinjai dalam penilaian indeks inovasi daerah di tingkat nasional.
Setiap unit kerja diharuskan melahirkan minimal satu inovasi strategis. Seluruh proses dan data inovasi tersebut nantinya wajib diinput secara disiplin ke dalam sistem SAMAKI. Kewajiban ini merupakan instruksi dari Bupati Sinjai. Ia menekankan bahwa kecanggihan teknologi hanya akan berdampak maksimal jika dibarengi dengan perubahan pola pikir (mindset) para aparatur. Budaya kerja kolaboratif, kreatif, dan solutif menjadi kunci utama keberhasilan transisi ini.
"Kata SAMAKI bukan hanya sekadar nama aplikasi, melainkan doa dan komitmen kita untuk bergerak secara kolektif. Sama-samaki’ (bersama-sama kita) bangun daerah ini untuk mewujudkan Sinjai yang jauh lebih baik," pungkasnya.

Post a Comment