BPBD Sinjai Tinjau Kerusakan Jembatan Amblas di Bulupoddo, Akses Warga Terputus
SINJAI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai melakukan assessment pasca amblasnya jembatan dekker di Dusun Aruhu, Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Jumat (8/5/2026) dini hari.
Kejadian tersebut dipicu hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Bulupoddo sejak malam hingga dini hari. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air anak Sungai Kalliho meningkat disertai arus deras yang mengikis pondasi jembatan hingga mengalami kerusakan parah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.00 WITA itu mengakibatkan akses jalan desa terputus total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut turut menghambat aktivitas masyarakat, khususnya para petani karena alat pertanian seperti traktor tidak dapat melintas menuju area persawahan.
BPBD Kabupaten Sinjai memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kerusakan infrastruktur dinilai cukup berdampak terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi warga setempat.
Usai menerima laporan, tim BPBD Sinjai langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemantauan dan assessment terhadap dampak kerusakan. Plt Kepala BPBD Sinjai, Andi Ariany Djalil, turut turun langsung meninjau kondisi jalan yang amblas akibat tergerus arus sungai.
Sebagai langkah pengamanan, petugas memasang police line di sekitar lokasi guna mencegah masyarakat melintas di area yang berpotensi membahayakan keselamatan.
BPBD Sinjai juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga diminta aktif memantau perkembangan informasi cuaca melalui BMKG, BPBD, maupun kanal informasi resmi lainnya.
Sementara itu, pengguna jalan diarahkan menggunakan jalur alternatif hingga penanganan darurat dilakukan. Saat ini akses jalan di lokasi kejadian masih belum dapat dilalui kendaraan dan pemerintah setempat membutuhkan pembangunan jembatan darurat guna memulihkan akses transportasi masyarakat.

Post a Comment