Peringati Harlah ke-66 PMII, Kader Sinjai Gelar Ngobrol Santai
SINJAI - Dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-66, jajaran Pengurus Cabang (PC) PMII Sinjai menggelar Kegiatan ngobrol santai di Kafe Titikota jalan persatuan raya, Kabupaten Sinjai, Jumat (17/4/2024)
Bupati Sinjai yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sinjai, Akbar Juhamran menghadiri acara tersebut.
Dihadiri pula oleh Forkopimda, elemen mahasiswa, pemuda serta kader-kader PMII Sinjai juga tamu undangan.
Dalam sambutannya, Akbar Juhamran menyampaikan bahwa peringatan Harlah PMII ke-66 bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk mendorong aksi nyata, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Momentum ini adalah panggilan sejarah bagi kader PMII untuk terus bergerak dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, daerah, dan umat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif PC PMII Sinjai yang menggelar diskusi “Ngobrol Problematika Sinjai” dengan mengangkat tema “Aksi Nyata PMII untuk Indonesia, Menyelamatkan Generasi Sinjai dari Darurat Asusila”.
Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana generasi muda menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari maraknya konten negatif, pergaulan bebas, hingga kasus asusila yang kian mengkhawatirkan.
“Ini adalah alarm bagi kita semua. Jika generasi muda tidak kita selamatkan, maka masa depan daerah dan bangsa akan terancam,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong PMII sebagai organisasi yang berlandaskan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan untuk mengambil peran strategis dalam upaya penyelamatan generasi muda.
Beberapa langkah konkret yang diharapkan antara lain penguatan literasi digital, edukasi seksualitas yang komprehensif berbasis nilai agama dan kearifan lokal, serta pembentukan relawan perlindungan anak dan remaja di setiap kecamatan.
Selain itu, PMII juga diharapkan dapat mengembangkan kegiatan positif seperti penguatan masjid kampus, sanggar seni, dan ruang olahraga yang inklusif bagi generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Sinjai, lanjutnya, menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan PMII dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada keselamatan generasi, mulai dari pengawasan lingkungan, pendidikan karakter, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan asusila.
“Setelah diskusi ini, saya berharap tidak berhenti pada wacana, tetapi melahirkan aksi nyata. Menyelamatkan satu generasi berarti menyelamatkan masa depan bangsa,” pungkasnya.
Di akhir sambutannya, ia mengucapkan selamat memperingati Harlah ke-66 PMII dan berharap organisasi tersebut terus bergerak, berkarya, serta menjaga moralitas bangsa.
Sementara itu Ketua PMII Sinjai, Amar Amrulla Asikin mengatakan, bahwa kegiatan dialog ini adalah salah satu gerakan yang pasti dan konkrit, sebagai jembatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Forum diskusi berlangsung santai dan akrab, acara Harlah PMII ke-66 juga berjalan lancar dan sukses. Melalui peringatan Hari Lahir ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia pada 17 April, semangat kader PMII di Kabupaten Sinjai kembali ditegaskan melalui tema acara hari ini dan menjadi seruan bagi generasi muda Islam untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan turut aktif menciptakan perubahan sosial yang konstruktif.

Post a Comment