Kepala Desa Baru Gelar Pendampingan Imunisasi Campak,Kolaborasi dengan Puskesmas Lappadata
SINJAI - Sebagai langkah cepat dalam merespons Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, Pemerintah Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai berkolaborasi dengan PKM Puskemas Lappadata melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak, jum’at, (10/04/26).
Kegiatan tersebut digelar dengan metode mendatangi langsung rumah-rumah warga yang memiliki anak usia imunisasi campak. Langkah ini sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah desa Baru dalam menanggulangi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di wilayahnya.
Pendampingan ini merupakan bentuk sinergi pemerintah desa dengan instansi terkait dalam mendukung program kesehatan nasional, sebab keberhasilan pengendalian campak sangat bergantung pada dukungan semua pihak, dan diperlukan kolaborasi para stakeholder agar cakupan imunisasi dapat merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Kepala Puskesmas Lappadata, Kecamatan Sinjai Tengah, HJ. Mardiah mengatakan bahwa sasaran Pemberian Campak pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster saat SD (5-7 tahun), dengan tujuannya meningkatkan kekebalan tubuh dan rentan dari penyakit pada anak.
Sementara itu, Kepala Desa Baru, Muhlis memberikan apresiasi yang tinggi serta berterima kasih kepada Kepala Puskesmas Lappadata beserta jajarannya.
Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada tim penggerak PKK desa Baru dan jajaran, para orang tua, para kader kesehatan, para guru sekolah dan Babinsa,
Menurutnya, berkat kolaborasi ini, program pemberian imunisasi campak di di wilayah desa Baru telah mencapai 100%,.
"capaian ini tentu tidak mudah, karena kita harus turun langsung ke rumah, sasaran dalam istilahnya “sweeping”, ungkap Muhlis.
Pengendalian campak merupakan tanggung jawab bersama dan kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan sebagai kunci utama dalam hal pengendalian campak. Oleh karena itu, diharapkan seluruh masyarakat, khususnya desa Baru agar rutin ke Posyandu melakukan pemeriksaan setiap bulan dan jangan takut imunisasi.
Sebagai informasi tambahan, campak adalah infeksi virus Morbillivirus yang sangat menular, ditandai demam tinggi, ruam merah, batuk, pilek, dan mata merah. Penularan terjadi via droplet (udara). Pengobatan berfokus pada pereda gejala (demam/nyeri), isolasi mandiri, dan istirahat, dengan pencegahan utama melalui imunisasi MR/MMR.
Mari kenali gejala awal, campak atau measles yaitu sakit tenggorokan, mata berair dan kemerahan (konjungtivitis), serta bintik putih di dalam mulut. Ruam yang muncul mulanya berupa bintik-bintik merah kecil, kemudian menyatu hingga ukurannya membesar. Meskipun mirip, gejala campak berbeda dengan gejala rubella. Pada campak, ruam bisa bertahan selama 5–7 hari.
Kedua penyakit tersebut sama-sama dicegah dengan vaksin MMR. Jika masyarakat menemukan serta merasakan gejala tersebut, agar segera Ke Pustu, atau ke Puskemas, dan bisa juga melaporkan ke petugas kader kesehatan desa Baru, di dusun masing-masing. Dapat juga menghubungi layanan mobile desa (0821-9086-0379).

Post a Comment