Bupati Sinjai Hadiri Forum Sinkronisasi Pemerintah Pusat dan Daerah Terkait Percepatan Pengelolaan Sampah
MAKASSAR – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sinjai, H. Sofwan Sabirin menghadiri Rapat koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah serta Strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (23/4/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh oleh Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman dan dihadiri para kepala daerah serta pemangku kepentingan dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Agenda utama rapat adalah mengevaluasi progres pengelolaan sampah di tingkat daerah. Selain soal limbah, hal lainnya yakni penguatan kebijakan pengendalian perubahan iklim dan tata kelola Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai pilar pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Bupati Ratnawati Arif, mendukung penuh terhadap langkah-langkah strategis yang dirumuskan dalam rakor tersebut.
Sebagai Bupati Sinjai, ia telah menunjukkan komitmennya melalui kehadiran jajaran Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sinjai, guna menyelaraskan program prioritas nasional dan provinsi.
Penyelarasan program ini akan difokuskan pada peningkatan efektivitas pengelolaan sampah di Kabupaten Sinjai serta memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya saing.
Dalam laporan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulsel, Kasman menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang terstruktur, sistematis, dan masif adalah kunci utama. Ia mengatakan selain menjaga kebersihan, langkah ini juga akan membuka peluang ekonomi baru berbasis lingkungan dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.
Rakor ini menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudijanto.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Sulawesi Selatan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi dari pengelolaan sampah dan karbon, sekaligus menjadi garda terdepan dalam aksi mitigasi perubahan iklim di Indonesia Timur.

Post a Comment