Permintaan Ayam Potong di Pasar Sinjai Mulai Meningkat Jelang Lebaran
Sinjai - Permintaan ayam potong di Pasar Sentral Sinjai, Sinjai Utara, mulai mengalami peningkatan signifikan pada H-4 Idul fitri 1447 Hijriah. Kondisi ini akan berdampak pada menipisnya pasokan ayam potong jenis ayam putih di pasaran, Rabu (17/3/2026)
Pedagang ayam potong di Pasar Sentral Sinjai, tempatnya berlokasi pasar bagian atas, Kelurahan Bongki, Muh TSL mengatakan stok ayamnya yang tersedia kurang banyak, ia mengaku baru kemarin mulai menjual ayam potong ditempatnya, sehingga stok ayam yang dijual hari ini adalah sisa stok kemarin.
"Permintaan jelang ramadhan tergolong tinggi, stok yang kami siapkan untuk saat ini khusus kebutuhan Lebaran dan ketika stok mulai menipis sebelum akhir bulan puasa kita bisa langsung ambil dari pemasok ayam potong," Ujar pedagang.
"Semua stok ayam disini langsung dari pemasok yang memang menyediakan ayam sudah siap potong dan langsung dijual," Katanya.
Ia lanjut menuturkan bahwa permintaan ayam hari ini mulai banyak, pedagang tersebut memperkirakan kondisi ini akan berlangsung hingga mendekati Hari Raya Idul fitri, seiring tingginya permintaan masyarakat akan mempengaruhi kenaikan harga ayam potong.
Kenaikan harga ayam potong biasanya terjadi secara bertahap. Ia mengaku masih berusaha menjaga harga agar pembeli tetap ramai dan dagangannya bisa laris setiap hari, Untuk ayam potong putih ia jual dengan harga Rp.65.000/ekor dan ayam jenis ras Rp.50.000/ekor.
Pedagang lain di pasar tersebut menyebutkan peningkatan permintaan menjadi salah satu faktor utama pergerakan harga, ia mengaku sekarang harga ayam jualannya Rp.42,000/kg.
"Harga di tempat kami tergantung ukuran. Pembeli biasanya menyesuaikan dengan kebutuhan," pungkasnya.
Diketahui, lebaran identik dengan berbagai hidangan spesial yang jarang hadir pada hari biasa. Menu seperti rendang, opor ayam, gulai, dan semur daging hampir selalu muncul dalam perayaan Idul Fitri. Hidangan tersebut membutuhkan bahan utama berupa daging ayam atau daging lainnya dalam jumlah cukup besar.
Tradisi kuliner ini telah berlangsung turun-temurun di banyak keluarga di Indonesia. Ketika hari raya semakin dekat, aktivitas memasak pun semakin intens karena persiapan dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Akibatnya, permintaan daging ayam meningkat secara bersamaan di seluruh daerah.

Post a Comment