Header Ads

Doa Sarat Harapan untuk Sinjai, Faried Wajedi Mohon Dijauhkan dari Musibah dan Perpecahan


Sinjai
- Rapat Paripurna DPRD Sinjai dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Sinjai ke-462 mendadak hening. Suasana berubah penuh khidmat dan haru ketika Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, H. Faried Wajedi, melantunkan doa di Ruang Sidang Gedung DPRD Sinjai, Jumat sore (27/2/2026).

Sidang yang mengangkat tema “Tumbuh Berdaya, Melaju Bersama” itu digelar di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Sinjai. Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan secara virtual, anggota DPRD Provinsi Sulsel, Bupati dan Wakil Bupati Sinjai, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Sinjai, para kepala OPD, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Dalam munajatnya, Faried Wajedi mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Sinjai yang kini genap berusia 462 tahun sejak 27 Februari 1564.

“Di hari yang sarat makna ini, kami berkumpul dengan hati yang tulus dan penuh harap. Semoga cahaya petunjuk-Mu senantiasa menerangi peringatan Hari Jadi Sinjai ke-462,” ucapnya.

Ia memohon agar rahmat, keberkahan, dan ridho Allah SWT senantiasa tercurah bagi daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Panrita Kitta tersebut.

Menurutnya, sejarah panjang Sinjai adalah karunia besar yang patut disyukuri. Sejak ratusan tahun silam, Allah SWT telah menjaga tanah ini dengan limpahan rahmat-Nya, menyuburkan laut dan daratan, menguatkan adat serta budaya, dan mempersatukan masyarakat dalam keberagaman.

Pada momentum itu, Faried juga mendoakan para leluhur, pemimpin terdahulu, ulama, dan seluruh tokoh masyarakat yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.

“Curahkan rahmat-Mu kepada para pendiri dan pejuang daerah ini. Ampuni segala kekhilafan mereka, lapangkan alam kuburnya, dan tempatkan di sisi terbaik-Mu,” tuturnya.

Tak lupa, ia memohon agar para pemimpin Sinjai senantiasa dianugerahi kebijaksanaan, kejujuran, serta amanah dalam mengemban tanggung jawab, dan dijauhkan dari sikap angkuh maupun lalai.

Doa juga dipanjatkan untuk kesejahteraan masyarakat Sinjai, dari pesisir hingga pegunungan, dari pusat kota sampai pelosok desa.

“Lindungi daerah kami dari segala bencana, perpecahan, dan marabahaya. Tumbuhkan semangat persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat,” harapnya.

Mengakhiri munajatnya, Faried berharap Sinjai menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur  negeri yang baik dan mendapat ampunan Tuhan, serta melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, cerdas, dan kompetitif tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya.

Rapat paripurna pun berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Seluruh hadirin menundukkan kepala, larut dalam doa bersama pada momen bersejarah bagi Kabupaten Sinjai tersebut. (Arf)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.