Kisah Pasutri Bertahan Tanpa Nasi Jadi Refleksi di Kelas MBG SDIT Wahdah Islamiyah Sinjai
SINJAI – Kisah pasangan suami istri di Kabupaten Sinjai yang sempat viral karena bertahan hidup tanpa nasi selama tujuh hari kembali menjadi bahan refleksi, kali ini di lingkungan pendidikan. Cerita pilu tersebut diangkat dalam kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelas 5B SDIT Wahdah Islamiyah Sinjai, Selasa (20/1/2026).
Momen reflektif itu disampaikan oleh Guru Kelas 5B, Abdul Malik, di sela kegiatan makan bersama siswa. Ia mengajak para siswa merenungi realitas kehidupan sebagian masyarakat yang tidak selalu mudah memenuhi kebutuhan pangan.
“Ma syaa Allah, obat nafsu makan MBG hari ini di kelas adalah cerita pilu tentang saudara kita yang harus bertahan tanpa nasi selama beberapa hari,” ujar Abdul Malik di hadapan siswa.
Kisah yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial tersebut diketahui menuai simpati luas dari masyarakat dan mendorong hadirnya bantuan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Cerita ini kemudian dijadikan pengingat agar siswa lebih menghargai makanan yang mereka terima setiap hari.
Menurut Abdul Malik, sepiring makanan bergizi yang dinikmati siswa merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. “Anak-anak perlu tahu bahwa tidak semua orang bisa dengan mudah makan nasi setiap hari. Dari situ kita ajarkan rasa syukur dan empati,” tuturnya.
Suasana kelas pun berubah lebih tenang dan penuh perhatian. Sambil menikmati menu MBG, para siswa menyimak cerita tersebut dengan serius, merenung, dan belajar untuk tidak menyia-nyiakan makanan.
Ia menambahkan, program MBG tidak hanya berfungsi mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan karakter, kepedulian sosial, dan empati sejak dini.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembelajaran tidak hanya hadir melalui buku pelajaran, tetapi juga melalui kisah nyata yang dekat dengan kehidupan masyarakat Sinjai, yang mampu menanamkan nilai kemanusiaan kepada generasi muda.

Post a Comment